hal. 100 "Peeta, kenapa aku tidak pernah tahu kapan kau bermimpi buruk?" tanyaku. "Aku tidak tahu. Kurasa aku tidak menjerit atau meronta-ronta atau semacam itulah. Aku hanya lumpuh dalam ketakutan," katanya. "Kau seharuusnya membangunkanku," kataku, dalam hati aku berpikir bagaimana aku bisa menyela tidurnya dua ata tiga kali dalam malam yang buruk. Sama seperti waktu yang diperlukannya untuk menenangkanku. "Tidak perlu. Mimpi-mimpi burukku biasanya tentang kehilangan dirimu," kata Peeta. "Aku baik-baik saja setelah sadar kau ada disini. “It's not necessary. M y nightmares are usually about losing you, ” he says. “ I'm okay once I realize you're here. ” Peeta Mellark
hal. 235 "Apa?" tanyaku, ketika kami melangkah ke lantai kami. "Ini karenamu, Katniss. Kau tidak melihatnya?" tanya Peeta. "Aku kenapa?" tanyaku. "Kenapa mereka bertingkah seperti ini. Finnick dengan gula batunya, dan Chaff menciummu serta Johanna telanjang bulat." Peeta berusaha lebih serius, tapi tidak berhasil. "Mereka mempermainkanmu karena kau sangat... kau tahulah." "Tidak, aku tidak tahu," kataku. Dan aku tidak tahu sama sekali apa maksud Peeta. "Seperti ketika kau tidak mau melihatku telanjang di arena meskipun aku sudah nyaris mati. Kau sangat... suci," katanya. "Aku tidak begitu!" kataku. "Selama setahun ini aku bisa dibilang menelanjangimu tiap kali di sorot kamera!" "Yeah.. tapi maksudku, bagi Capitol, kau suci," katanya, jelas ingin meredakan emosiku. "Bagiku, kau sempurna. Mereka hanya menggodamu." "Tidak, mereka menertawakanku, dan kau juga!" ...
masih...
ReplyDelete