Posts

Cave Scene 'The Hunger Games'

Image
                          ARGH! Peetaaa, i love you so much :*:*:*

Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa

Image
lama ngga cerita niih.. jadi tanggal 21 kemarin, aku diajak sama ghina untuk ngewakilin sekolah dateng ke acara Pendidikan Budaya dan Karakter Bangsa  yang di adain sama diknas gitu. aku diajak soalnya remed rapot UTSnya sedikit dan udah selesee. hehehee xD selain aku, joess juga ikut. jadi, yang ngewakilin sman 46 adalah aku, ghina sama joess. acaranya itu tanggal 22-23 mei 2013 (rabu-kamis) di TMII (Museum Listrik dan Energi Baru) jadiii setelah pulang sekolah hari rabu aku, ghiina sama joess langsung cauuuw ke TMII. Rabu, 22 Mei '13. ternyata eh ternyata di museum tsb ada 'mes' nya gitu, kita nginep di satu kamar yang kira2 isinya sekitar untuk 22 orang. tidurnya di gabung gituu sama anak2 dr sma lain. pas dateng kita isi absen gitu, terus dapet baju. nah bajunya disuruh ganti tuh pake baju yg dikasih biar seragaman semua. sekitar jam set4 kita ngumpul di auditorium untuk mulai pembukaan acaranya. pertama kita ngenalin diri gitu abis itu pembukaan dari perwakila...

Pearl

Catching Fire Peeta's just pried open an oyster when I hear him give a laugh. “Hey, look at this!” He holds up a glistening, perfect pearl about the size of a pea. “You know, if you put enough pressure on coal it turns to pearls,” he says earnestly to Finnick. “No, it doesn't,” says Finnick dismissively. But I crack up, remembering that's how a clueless Effie Trinket presented us to the people of the Capitol last year, before anyone knew us. As coal pressured into pearls by our weighty existence. Beauty that arose out of pain. Peeta rinses the pearl off in the water and hands it to me. “For you.” I hold it out on my palm and examine its iridescent surface in the sunlight. Yes, I will keep it. For the few remaining hours of my life I will keep it close. This last gift from Peeta. The only one I can really accept. Perhaps it will give me strength in the final moments. “Thanks,” I say Mockingjay  I feel around for the parachute and slide my fingers inside until they...

Mockingjay

hal. 214 Snow sudah mencurinya dariku, memelintirnya hingga tak bisa dikenal lagi, dan memberikannya padaku sebagai hadiah. [...] Sekarang, setelah Peeta dirusak musuh, baru aku bisa sepenuhnya mengharagai Peeta yang asli. Jauh lebih menghargainya daripada jika dia tewas. Kebaikannya, keteguhannya, kehangatan yang mengundang panas tak terduga dibaliknya. Selain Prum, ibuku, dan Gale, berapa banyak orang di dunia ini yang mencintaiku tanpa syarat? Kupikirkan tentang diriku, jawabannya mungkin tak ada orang lagi yang mencintaiku seperti itu. Kadang-kadang ketika aku sendirian, kuambil mutiara dari kantongku dan berusaha mengingat anak lelaki denga roti itu, dua lengan kuat yang mengenyahkan mimpi-mimpi burukku di kereta, ciuman-ciuman di arena pertarungan. Membuatku mengingat segalah hal yang hilang dalam genggamanku. Tapi apa gunanya? Semuanya musnah. Dia sudah musnah. Apapun yang ada di antara kami sudah musnah.

Mockingjay

Image
hal. 181 Tapi akhirnya, satu-satunya orang yang kuingnkan untuk menghiburku adalah Haymitch, karena dia juga menyayangin Peeta. Aku mengulurkan tanganku padanya dan mengucapkan sesuatu seperti namanya dan Haymitch ada di sana, memelukku dan mengusap-usap punggungku. "Tidak apa-apa. Tidak apa-apa, sweetheart." Dia mendudukanku di patahan marmer dan terus merangkulku sementara aku terisak. "Aku tak bisa melakukan ini lagi," kataku. "Aku tahu," katanya. "Yang terpikirkan olehku adalah-Apa yang dilakukannya pada Peeta-karena akulah Mockingjay!" kataku. "Aku tahu." Haymitch mempererat rangkulannya. "Kau lihatkan? bagaimana anehnya dia? Apa yang mereka lakukan padanya?" Aku berusaha mengambil napas di antara isakanku, tapi berhasil mengucapkan satu kalimat terakhir. "Ini salahku!" Kemudian aku berubah jadi histeris dan ada jarum di lenganku, lalu dunia pun lenyap.

Mockingjay

hal. 173 Finnick menarik ujung talinya, dan ikatan yang rumit langsung menjadi tali yang lurus lagi. "Aku cuma tidak mengerti ketika aku bertemu dengan mu. Setelah Hunger Games pertamamu kupikir semua urusan asmara itu cuma akting bagimu. kami berharap kau meneruskan strategi itu. Tapi baru pada saat Peeta menghantam medan gaya dan nyaris tewas aku..." Finnick tampak ragu-ragu. Kupikir kembali kejadian di arena. Bagaimana aku menangis ketika Finnick menghidupkan Peeta kembali. Wajah bingung Finnick. Caranya menerima tingkah lakuku, menyalahkan pada kehamilan pura-puraku. "Kau apa?" "Aku salah menilaimu. Kau memang mencintainya. Aku tidak tahu dengan cara apa kau mencintainya. Mungkin kau sendiri tidak tahu. Tapi siapapun yang memerhatikanmu bisa melihat betapa kau amat menyayanginya," kata Finnick lembut. "...But anyone paying attention could see how much you care about him,” 

Catching Fire

“Why don't you get some sleep?” he says. Because I can't handle the nightmares. Not without you, I think. ... “What are you going to do?” I ask.“Just review my notes awhile. Get a clear picture of what we're up against. But I'll go over it with you in the morning. Go to bed, Katniss,” he says. So I go to bed and, sure enough, within a few hours I awake from a nightmare where that old woman from District 4 transforms into a large rodent and gnaws on my face. I know I was screaming, but no one comes. Not Peeta, not even one of the Capitol attendants. ... Peeta rises and flips off the tape when he sees me. “Couldn't sleep?” “Not for long,” I say. I pull the robe more securely around me as I remember the old woman transforming into the rodent. “Want to talk about it?” he asks. Sometimes that can help, but I just shake my head, feeling weak that people I haven't even fought yet already haunt me. When Peeta holds out his arms, I walk straight i...